Ace Hardware menjadi pilihan untuk kebutuhan Rumahku

Untuk pertama kalinya saya mengikuti kontes menulis, khususnya untuk ACE Hardware Indonesia. Karena dengan tema yang ditentukan, sangat menggambarkan apa yang menjadi pengalaman pribadi saya.

Saya adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki dua orang anak balita. Keseharian saya berikan waktu terbaik saya untuk merawat dan menjaga mereka. Dulunya Saya seorang wanita karir, kemudian saya memutuskan untuk berhenti, semenjak saya memiliki buah hati. Saya lebih memilih berbisnis sendiri sambil menjaga dan merawat mereka. Begitupun juga suami saya yang melepaskan karirnya, demi keluarganya tercinta. Artinya suami saya juga menekuni dunia bisnis dengan support dan diskusi dari saya. 

Kami memiliki makna “Keluarga” yang luar biasa, dengan melepaskan dunia karir demi berkumpul bersama. “Menentukan waktu dan kenyamanan didalam rumah bersama”. Oleh karena itu menciptakan hunian yang nyaman menjadi sangat penting bagi kami. Kami berdua adalah penggemar Online Shop, bahkan membeli barang elektronik pun kami membeli melalui online shop.

Namun khusus untuk kebutuhan rumah kami tidak main-main, kami memilih tempat yang terpercaya untuk belanja. ACE Hardware menjadi pilihan tepat untuk memenuhi kebutuhan rumahku. Dari dekorasi halaman depan, kami memilih barang yang berkualitas. Seperti misalnya dekorasi Bunga-Bunga Cantik ini.

Mau cari ditoko online manapun saya tidak menemukan yang bahannya sebagus ini, harganya juga sangat terjangkau, hanya kisaran lima puluh ribuan rupiah. Walaupun tidak lagi promo, harga yang ditawarkan sangat sesuai dengan kualitas produk.

Barang yang promo juga tetap berkualitas, seperti misalnya promo yang sangat helpful bagi kami adalah Lampu. Kebutuhan ini menjadi sangat penting bagi kami karena sewaktu-waktu bila mati saya harus punya persediaannya. 


tidak tanggung-tanggung Promo yang ditawarkan ACE Hardware Lampu LED 3W sekitar 6ribuan, LED 5W sekitar 9ribuan. Langsung lah uang 100rb keluar hanya untuk beli Lampu-lampu ini. Dapat berapa coba? Dapat 7 yang 5W dan 4 yang 3W, masih kembali pula. Fuiiih… #Helpfulplace banget deh ACE Hardware. 

Lalu kami begitu sampai rumah, kami coba lampunya, benar-benar bermanfaat kualitasnya baik. LED 3 Watt terangnya baik untuk di pasang di teras depan, kamar mandi, ruang tengah, dan lain-lain.

Saya ingat para ibu saya. 

“Yang sudah pengalaman bertahun-tahun membuat atau merasakan hunian nyaman dirumah mereka”

Pasti sudah sering beli lampu. Lalu saya telepon ibu saya dan ibu mertua, mereka  tidak tanggung-tanggung juga titip belikan 100rb. Ternyata memang murah, kualitasnya tidak perlu diragukan.

Kami sangat percaya ACE hardware selalu menyediakan produk terbaik, coba deh follow @ACEindonesia Nantikan updatenya langsung dari ACE Hardware #Helpfulplace


Mari berbagi manfaat,

Salam saya, Dewi.

Wanita mandiri, Yay or Nay : 6 Tips Wanita Karir dalam mengasuh anak

Sahabat wanita.. Apakah setiap wanita ingin menjadi Mandiri? Banyak topik memberikan saran atau pengetahuan mengenai menjadi Wanita mandiri. Mungkin diantara kalian ada yang belum mengikuti topik tersebut, berikut salah satu artikel kolaborasi dari mbak Swastikha yang mengulas mengenai “Wanita terlalu mandiri, yay atau nay?” Beliau adalah seniorku di dunia blogging dan perkuliahan:-)

Lalu apakah wanita mandiri selalu wanita yang berkarir?

Bagaimana jika yang sudah menikah dan memiliki anak. Apakah bila ia tidak berkarir, bergantung secara finansial pada suami, maka bukan termasuk wanita Mandiri?

Saat ini dunia karir pada wanita yang telah menikah sudah bukan kebutuhan prestasi semata, namun juga untuk membantu suami dalam menjalani kehidupan rumah tangga bersama. Namun, tak sedikit juga seorang Wanita yang rela melepaskan karirnya demi menjaga anak-anak mereka secara langsung.

Wanita mandiri dalam lingkup rumah tangga tidak hanya disaat wanita tersebut menjadi seorang wanita karir. Wanita yang tidak berkarirpun dapat dikatakan sebagai wanita mandiri, karena kemandirian sebenarnya bukan dinilai dari karir atau penghasilan. Wanita yang tidak berkarir juga sangat membantu suami. Menyelesaikan rutinitas urusan rumah tangga. Dan karena dengan tidak berkarir maka ia menjadi seorang ibu yang selalu ada untuk memenuhi kebutuhan anak mereka disetiap waktu. 

“Seorang wanita yang tidak berkarir ada kapanpun anak tersebut membutuhkan”

Mereka mampu mengawasi anak-anak secara langsung, tanpa membayar gaji pengasuh. Bahkan suami bisa berangkat bekerja dengan lebih tenang karena meninggalkan anak-anak dengan ibu kandung itu sendiri. Ini sangat penting untuk disadari oleh para Suami. Apalagi sekarang kita sering melihat issue yang sedang marak diperbincangkan di media massa mengenai penculikan anak, dan keselamatan anak, cukup meresahkan masyarakat. Sehingga anak sangat membutuhkan perlindungan dari orangtuanya. Jadi bila kita mengabdi untuk berada dirumah bersama dengan anak, maka ada saatnya nanti kita punya kesempatan untuk berkarya dari rumah, misalnya disaat anak mulai Sekolah. Berkarya dari rumah bisa seperti mempertajam bakat yang kita punya. Misal menjahit, menulis cerita dalam blog, memasak katering, dsb.

Bila wanita sudah memiliki anak, apakah berkarir sudah merupakan pilihan yang tepat?

sumber foto: https://cdns.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2014/05/02/360418/670×335/6-tips-berpacaran-dengan-wanita-mandiri.jpg

Diskusi ini tak lepas dari peran suami, karena disisi lain wanita memiliki tanggungjawab yang sangat besar untuk menjadi seorang ibu. Dimana mereka harus melindungi dan merawat anak-anak mereka. Tidak hanya merawat secara fisik dengan menjaga kebersihan anak atau menyiapkan makanan kesehariannya. Namun, secara psikologis perkembangan emosi dan kematangan sangat perlu pendampingan dari seorang ibu. Sedangkan bila wanita bekerja, maka keseharian waktu mereka pasti akan banyak tersita oleh pekerjaan mereka.

Oleh karena itu. Bila kita sudah memutuskan untuk bekerja, berikut beberapa hal yang patut diperhatikan dalam meninggalkan anak.

1. Dengan siapa anak kita tinggal. 

Bila kita meninggalkan anak untuk bekerja, kita harus benar-benar mencari pilihan terbaik dengan siapa anak kita tinggal. Bayangkan saja seandainya kita bekerja di jam 08.00-17.00, itupun belum terhitung jam perjalanan berangkat dan pulang kantor, belum jam lembur, belum hari weekend yang terkadang waktu kita tersita oleh pekerjaan. Lalu dengan siapa anak kita bisa bercerita diwaktu itu? Dengan siapa mereka bisa mamanjakan diri, menangis, tertawa, bermain dan belajar? Dan dimana anak kita tinggal juga sangat perlu diperhatikan keamanannya, bila ia berinteraksi keluar.

Kita perlu memikirkan orang yang tepat untuk bertanggung jawab atas kesehariannya. Orang yang tepat adalah mereka yang benar-benar bisa menjaganya dengan kasih sayang. Karena merawat anak bukan seperti menitipkan barang, yang seandainya kita taruh pagi dalam kondisi rapi lalu malam kita jemput dalam kondisi yang sama. Karena merawat anak itu tidak hanya fisik yang diperhatikan, sesuatu yang tidak terlihat misalkan pengalaman yang terjadi dihari itu bahkan sangat penting untuk diketahui.

Jadi orang-orang yang bisa menjaganya dengan kasih sayang akan sangat membantu untuk perkembangan emosi anak kita. Orang tersebut bisa jadi orangtua kita. Tentu orangtua yang membesarkan kita dengan penuh kasih sayang. Karena mereka sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam merawat anak. Memang peran mereka akan lebih terlihat sebagai kakek atau Nenek kepada Cucu. Namun merekalah yang terutama dan paling terpercaya dalam menjaga anak.

Namun, Bagaimana bila dalam alasan tertentu, orangtua kita tidak bisa menjadi pilihan yang utama? Maka kita perlu orang lain yang bisa kita percaya dan orang tersebut berpengalaman dalam merawat dan menjaga anak. Karena tak hanya ketelatenan yang diperlukan, namun keselamatan anak juga perlu diperhatikan. Seandainya kita harus menitipkan pada jasa penitipan anak, minimal kita harus mengenal pemiliknya. Dan yang sangat perlu diperhatikan adalah jumlah anak yang dititipkan, jumlah pengurus karena akan berpengaruh pada fokus perawat dalam memperhatikan anak.

Hal mendasar lainnya, apa yang menjadi kebutuhan anak dikesehariannya harus kita yang menyiapkan. Misalkan makanan dan perlengkapannya, perangkat mandi, mainan kesukaan, atau pelajaran yang mendukung untuk perkembangannya.

2. Bagaimana pola makan yang dialami.

Setelah kita mendapatkan orang kepercayaan dalam keseharian anak, bukan berarti kita terlalu pasrah. Kita tetap harus memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak. Karena beda usia pada anak maka kebutuhan nutrisinya juga berbeda. Sangatlah beruntung bila keseharian anak diasuh oleh orangtua kita, jadi kita akan banyak terbantu bahkan belajar dalam pemenuhan kebutuhan nutrisi anak. Namun, kita harus sadar bahwa dengan menitipkan anak, orangtua tidak akan semudah itu menyiapkan setiap hari makanan untuk anak apalagi bila anak kita masih balita. Ruang gerak mereka akan menjadi terbatas karena menjaga dan merawat anak. Jadi sebaiknya kita perlu membantu,  bisa dengan adanya asisten rumah tangga namun tetap dengan kesepakatan orangtua, karena merekalah yang akan berinteraksi langsung. Lalu penting untuk mencari informasi tambahan untuk kreasi makanan si kecil. Karena ada masa dimana seorang anak memilih makanan atau nafsu makan menurun. Disaat itu kita perlu mengetahui lebih banyak makanan apa yang disukai anak, tanpa mengabaikan nutrisi yang diperlukan untuk tahap usianya. 

Makanan anak sangat penting diperhatikan karena untuk kebutuhan perkembangan fisik, kognitif dan kesehatan anak. Selain itu apakah anak memiliki alergi pada jenis makanan tertentu.

3. Apa kendala yang dialami anak.

Hal yang terkadang dianggap sepele, disaat anak mengeluhkan sesuatu dan kita tidak menanggapinya. Bisa karena kesibukan atau orangtua yang tidak menyadari bahwa anaknya sedang dalam proses belajar. Kita perlu mengenali karakter anak. Apakah ia tipe anak yang mampu mengekspresikan kesulitannya atau ia tipe anak yang diam menutup diri disaat mengalami kesulitan. Bila anda memiliki anak yang tidak mengungkapkan kesulitannya atau bahkan cenderung Mandiri atau pendiam, maka komunikasi dua arah sangatlah penting untuk anak, agar anak mampu belajar mengkomunikasikan kesulitan yang dihadapinya. Sebaliknya jika anak Anda mampu mengungkapkan kesulitannya, maka sebagai orang tua harus cepat dan menanggapi apa yang dia butuhkan. Disini secara kognitif anak akan cepat belajar menemukan solusi dari setiap permasalahan yang ia temui.

4. Perubahan apa yang dialami anak.

Setiap hari kita perlu mengetahui apa saja yang dilakukan anak. Bukannya kita tidak percaya dengan orang yang sudah kita beri tanggung jawab dalam keseharian anak. Tapi tetap sebagai orangtua itu merupakan tanggungjawab utama. Karena segala perubahan yang terjadi pada anak bisa bernilai positif atau negatif. Pengetahuan akan perubahan tersebut juga akan menjadi bentuk perhatian kita sebagai orangtua terhadap anak. Hal ini perlu kita komunikasikan dengan baik pada anak atau pada yang mengasuh anak kita.

5. Perkembangan terbaru dari anak.

Serupa dengan perubahan yang dialami anak, namun untuk perkembangan terbaru anak lebih ke hal yang positif dari perkembangan anak. Dengan memantau perkembangan baru dari anak, maka akan memudahkan kita untuk menyusun pembelajaran apa yang perlu diajarkan pada anak untuk tahap selanjutnya sesuai dengan porsi usianya. Sehingga disaat kita berdiskusi dengan para Bunda lainnya kita bisa saling sharing informasi untuk update kebutuhan pendidikan anak saat ini.

6. Kedekatan Ibu dan anak.

Berkarir demi membantu suami atau dikarenakan ingin mencari prestasi terkadang memang memiliki nilai lebih dimata orang lain. Namun bila kedekatan antara Ibu dan anak menjadi korban, maka semua yang dilakukan akan dirasa kurang bermanfaat. Karena kedekatan antara Ibu dan anak akan bersifat seumur hidup. Bagaimana perilaku ibu terhadap anak, akan berpengaruh bagaimana anak berperilaku kepada orangtua nantinya. Anak yang telah kehilangan figur ibu dikesehariannya akan mencari figur lainnya yang perannya disini mendekati seorang ibu, yakni pengasuhnya. Walaupun terkadang wanita berkarir juga demi anak, ataupun untuk menjadi contoh pada anak-anaknya, tetap saja disaat anak masih belum dewasa yang mereka lihat adalah waktu keseharian yang tanpa kehadiran seorang ibunya.

 Oleh karena itu, bila wanita berkarir maka diperlukan usaha lebih untuk mendapatkan hati dan kedekatan dengan anak tercinta. 

sumber foto: http://www.sehatmagz.com/wp-content/uploads/komunikasi-ibu-dan-anak-800x500_c.jpg

Memperoleh kedekatan dengan anak adalah dengan memberikan kesempatan dan waktu yang khusus diberikan untuk menemani sang anak, seperti bermain bersama, belajar bersama atau memenuhi kebutuhan anak. Terkadang hal ini bisa keliru disaat ibu menjadi memanjakan anak karena dimaksudkan sebagai pengganti waktu-waktu yang sebelumnya. Sehingga sang ibu menuruti apapun yang diinginkan anak, tanpa melihat apakah itu kebutuhan penting, apakah itu bersifat berlebihan, dan sebagainya. Sah-sah saja karena menyenangkan anak atau belanja mainan untuk anak dengan penghasilan yang dihasilkan dari keringat sendiri. Namun, tetap kita harus mempertimbangkan apakah itu berdampak baik bagi kepribadian anak.

Misalkan seorang ibu yang membalas waktu yang hilang dengan membelikan mainan apapun yang diinginkan anak, saat anak memaksa meminta mainan atau pergi kesuatu tempat lalu sang ibu menurutinya. Ini dapat menyebabkan karakter anak akan menetap, meminta dengan cara demikian. Tentu kita tidak ingin anak kita bersikap demikian, sulit diatur, dan tidak bisa diberitahu.

Sehingga perlu kita bedakan apa yang menjadi kebutuhan anak, kita boleh memberikan mereka kesenangan tapi dalam batas wajar. Pemberian kesenangan anak bisa membantu pembentukan perilaku dengan cara pemberian Reward disaat anak berbuat baik. Misalkan anak anda ingin mainan yang sangat mahal yang mengharuskan anda untuk menabung terlebih dahulu, jadikan itu syarat seandainya ia mampu mendapatkan nilai baik di sekolah.

Selain itu bisa disaat anak menjelang tidur, selalu diajak komunikas untuk bercerita. Berikan pengertian bahwa Bundanya sayang pada dirinya, ceritakan alasan Bunda bekerja. Gunakan bahasa sesederhana mungkin agar anak mampu memahaminya.

Sering berikan sentuhan-sentuhan ringan disaat anda bersamanya. Bisa menyayang rambutnya, membenarkan bajunya, menggendongnya, memeluknya, memangkunya, mengajaknya berbicara dengan menatap matanya dengan posisi badan setara dengan badannya. Hal ini cukup membantu untuk membangun kedekatan emosional dengan sang buah hati.
Itulah hal-hal yang mungkin bisa membantu untuk mengingatkan kita bahwa dengan menjadi wanita berkarir tetap berusaha agar bisa sedekat mungkin dengan anak. Karena bagaimanapun posisi Bunda tidak akan tergantikan oleh apapun didunia ini:-)

Hai kalian wanita mandiri. Tentukan jalan hidupmu mulai dari sekarang:-)

Semoga bermanfaat. 

Salam hangat untuk anak-anak tercinta,

Dewi.



Mau berkolaborasi dengan saya dan berbagi info lainnya? Silahkan kirim email di:

deltamultisinergi@gmail.com

beri subyek : KOLABORASI.

Akan kami post setelah konfirmasi untuk kelengkapan data.

Menjadi Ibu itu bukan setelah melahirkan seorang anak

Menjadi seorang ibu itu bukan perkara punya anak terus tiba-tiba menjadi ibu. Tapi menjadi seorang ibu itu, melalui banyak proses. Itulah kenapa banyak yang mengagungkan ibu. Bahkan sampai di Agama pun dikatakan no.1 Ibu, no.2 Ibu, no.3 Ibu. 

Sadarkah kau mengapa bisa demikian? Apa hanya dikarenakan susahnya melahirkan, mempertaruhkan Nyawa? Tidak hanya itu kawan.

Meskipun banyak orang berkata calon dedek bayi, tapi apa ibu yang sedang mengandung dikatakan calon ibu?

Bagi saya, disaat ibu mengandung. Ia telah menjadi seorang ibu. 

Semua orang tau mengandung itu adalah proses yang berlangsung selama kurang lebih 9 bulan. Dan semua orang tahu orang hamil itu sering mual di trimester pertama bahkan sampai melahirkan. Semua orang tahu bahwa mengandung itu membuat badan membengkak dimana-mana. Tapi, tidak semua orang tahu bagaimana rasanya. 

Disaat ia mengandung, berbagai perubahan bentuk tubuh dialaminya. Mereka harus merasakan segala perubahan yang ada didirinya, secara psikis mungkin bisa terlihat misalnya beberapa dari mereka ada menjadi lebih berjerawat, ada yang menjadi lebih gemuk, merasa ngilu dipersendian, ditulang belakang, di kaki, disekujur tubuh, dan lain-lain. Namun siapa sangka secara psikis perubahan juga banyak terjadi. 

Bagaimana tidak, rasa mengandung itu tidak seenak hamya membawa bantal diperut, tapi semua tubuh ikut merasakan perubahannya bahkan emosi. 

Dan perubahan emosi yang terjadi tersebut disepanjang usia 9 bulan kehamilan adalah “TiDaKLaH SaMa”. Dari rasa lebih sensitif, rasa cemas, rasa bahagia, rasa takut, pesimis, terjadi lebih besar dibandingkan wanita yang sensitif namun tidak mengandung.

https://static.pexels.com/photos/3732/woman-child-doctor-hospital.jpg

Naluri sebagai seorang ibupun sudah muncul disini, misalkan apapun yang dilakukannya seringkali melindungi bagian perutnya. Sering menyayang-nyayang perutnya. Menyanyikan lagu, membacakan Doa, memberikan lagu klasik untuk perkembangan otak pada janin dalam kandungannya.

Tak jarang ada pula wanita hamil itu menjadi lebih seksi, karena ia memiliki aura yang berbeda walaupun perut mereka buncit. Aura sebagai calon seorang ibu, yang benar-benar menjaga kehamilannya, menjaga anak dalam kandungannya. Aura keikhlasan dalam merawat calon anaknya yang bahkan belum terlihat wujudnya dimuka bumi ini.

Jadi apa sekarang ada yang bisa berkata menjadi ibu itu setelah melahirkan seorang anak?

IBU adalah seseorang yang mencintai dirimu yang belum berbentuk, untuk pertama kalinya.

Salam hangat pembaca setiaku. Semoga hari-harimu semakin bahagia:-)

Pelatihan dan Sertifikasi Praktisi Akupresur Surabaya 2017

Diinformasikan bhw LKP ASS bekerja sama dg Pengurus  Pusat AAKSI (Asosiasi Akupresur Seluruh Indonesia ) membuka dan memberi kesempatan kpd praktisi akupunkturis untuk mengikuti Sertifikasi/Standarisasi praktisi Akupresur yg akn dilaks pd hr Ahad tgl. 12 Pebruari’17 jam 08.00 – 17.00 di Museum kesehatan Jl. Indrapura 17 Surabaya.
Syarat pendaftaran :

1. Praktisi akupunkturis

2. Praktisi akupresur yg belum memiliki STPT

3. Kontribusi rp. 500.000,- + rp. 150.000,- = rp. 650.000,-

Rincian biaya :

a. Biaya sertifikasi rp.500.000,-

 b. Iuaran anggota rp.10.000,- per bulan selama 1 tahun = rp.120.000,-

c. Biaya Rekomendasi organisasi rp. 30.000,-

4. Membawa pas photo bewarna ukuran 3 × 4 cm, 2 lbr dan ukuran 4 × 6 cm 3 lbr background warna merah.

5. Membayar DP rp. 200.000,-

6. Mendaftar ulang pd tgl.12 Pebruari’17 jam 07.00,- di lokasi kegiatan.
Mendapat fasilitas:

1. Diktat materi

2. Makan siang

3. Sneck 2×

4. Sertifikat

5. KTA anggota AAKSI

6. Rekomendasi untuk mengurus STPT.
Pemateri:

1. Prof. DR. RTS. Adikara

2. dr. Rasmono (Ketua PP. AAKSI)

3. Dinkes Kota Surabaya dan B. Sugito. SKM .MKes
Pendaftaran ditutup pd tgl. 10 Pebruari’17.
Pembayaran ditransfer melalui rekening,

BCA no. 1302196316 an. Lemb Pend. Alam Sehat Sejahtera.

BRI no. 0875 01015654536 an. Yayuk Purwaningsih.

Monggo sgr mendaftar, bisa hubungi WA 08787 6144345 bu Dewi.

Berikut daftar nama yg sudah masuk.

1. Yuli

2. Tantri

3.  Anita

4. Nana

5.Amir

6. Subianto

7. Atang

8. Jeffrey

9. Bambang Utomo

10. Sri

11. Agustine

12. Suhaendro

13. Candra Wicahya

14. Anita ratna

15. Winarto

16. Metta Dewi Widjojo

17. Irawan Halim

18. Achwan syahril

19. Evie srimulyani

20. Bambang Suryanto

21. Abul khoir

22. Eddy Haryanto

23. Andi Zulkafril

24. Windu

25. Arif maulana

26……………………

27………………….

28………………….

Dst….

Picture Giveaway Globalfire. Maapkan aku WordPress, Selamat datang 2017!

Pada akhirnya aku torehkan tulisan kembali disini, maapkan aku telah lama meninggalkanmu.. Kena urusan domestic dan liburan panjang.

Terimakasih para pembaca setiaku, yang baru hadir disini juga, terimakasih sudah support untuk bertemu aku ditulisan ini. InsyaAllah ga akan sia-sia kok, karena kali ini saya akan berbagi informasi. 

Tahun berganti menjadi 2017, tapi dilingkungan sekitarku tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. Entah kenapa, mungkin banyak kondisi yang masih membuat kebanyakan orang menjadi prihatin ya, teman-teman bisa ricek berita-berita sendiri ya diakhir tahun 2016. Tapi tetap kita secara pribadi harus punya semangat terus ya, pantang menyerah menjalani hidup ini. Dengan semangat baru, mempelajari cara berpikir dan perilaku kita yang mungkin sebelumnya masih kurang. Diperbaiki lagi lalu dikembangkan menjadi semakin baik. 

Oya, saya punya informasi menarik. Ada GiVeaWaY dari akun bisnisku Instagram @globalfire_indonesia 

Silahkan unduh gambar berikut untuk bisa di caption ulang persis foto ini, atau bagi anda yang tidak mau sama, mau berkreasi boleh modifikasi foto ini tanpa menghilangkan bentuk Apar dan merk Globalfire.

Coba ikutan deh, karena disitu disediakan 10 voucher sebagai hadiah untuk keselamatan diri, harta benda bahkan Nyawa kita dan keluarga. Kita tidak boleh lalai dari percikan api kecil, yang bisa muncul dimana saja. Di dapur, di kendaraan pribadi, di stand bisnis kita, di Ruko, di Pabrik. Karena kalau percikan itu jadi besar akan melahap semua milik kita.. hiks sedih.. jangan sampai ya. 

Yuk ikut ikut ikut.. mumpung bisa beli dengan harga murahnya murah. Yang belum beruntung tapi ikut berpartisipasi juga dapat hadih looo…

Semoga ditahun 2017 hidup kita semakin sejahtera, semakin bahagia dengan keluarga, kerabat. Semoga kasus-kasus di media semakin berkurang. Semoga Indonesia semakin Makmur dan Damai. Semoga semangat kita makin membara:-)

Salam hangat, 

Dewi Adikara.

Rumah tangga dan Pizza, pizza..

Kalau mau menu yang mudah dan ga ribet, kalian ga salah masuk kamar.. disinilah tempatnya. Saya punya dua anak kecil, ga punya asisten, tinggal udah mandiri bersama suami, semua dikerjakan berdua, pak suami sama saya jadi pengusaha, ya juga jadi pengurus rumah tangga. Tapi kalau urusan perut kita berdua ga bisa ngalah, yang saya doyan makan karena masih menyusui. Yang suami memang doyan makan daridulu. Jadi manjain lidah ga ada habisnya untuk beralasan. Continue reading “Rumah tangga dan Pizza, pizza..”

Kreasi Daging Kambing

Kambing.. oh kambing.. kalau ga pinter masak biasanya bisa amis rasanya.. Nah, kalau dapat rejeki daging kambing banyak dan berakhir di frezer juga sayang kan?

Berkat teman blogku bernama mbak Ayu aku semangat ngolah kambing dan hasilnya.. Ajiiip.. enak betul..Resep masakannya ngintip resep dendeng sapi punya mbak Novi ini rumah blognya http://www.noviadomi.wordpress.com, lalu aku kreasikan sendiri. Gambar ini agak gelap ya hasil akhirnya karena ada kisah dibalik masaknya. Continue reading “Kreasi Daging Kambing”

Nugget Crunz Tongkol

Seringkali permasalahan pada usia anak memasuki 3 tahun adalah memilih-milih makanan. Bisa saja tidak mau sayur, atau tidak mau makan nasi. Kalau yang saya alami saat ini, dia lebih menyukai makanan yang kering dan krispi. Jadi kalau saya tidak berkreasi si sulung bisa bosan dan kekurangan nutrisi nih. Mungkin ada dari Bunda yang bingung harus buat apalagi buat menarik minat makan anak. Untuk itu saya coba berbagi resep Nugget Crunz dengan bahan dasar ikan Tongkol. Makan ikan itu baik, karena mengandung protein dan omega yang dapat mendukung perkembangan otak untuk mencerdaskan anak. Continue reading “Nugget Crunz Tongkol”

Ketika semua orang bergerak ke dunia maya, bahkan menjadi suatu profesi, lalu kau dimana?

Apa kira-kira jawaban yang melintas? Berani menjawab tanpa kawatir disinggung oranglain?

Tulisan ini tidak penting bagi orang-orang yang memperbolehkan anaknya /pasangannya memegang gadget seharian. Jadi kalau anda termasuk orang tersebut, sebaiknya tidak perlu melanjutkan membaca.

Ketika semua mampu membeli gadget, ketika paket internet beredar dan mampu digunakan semua kalangan, ketika media sosial menjadi hal utama dalam pertemanan, seiring berjalannya waktu solidaritas sosial terbangun dari dunia maya.

Continue reading “Ketika semua orang bergerak ke dunia maya, bahkan menjadi suatu profesi, lalu kau dimana?”

Pahlawan & Akupresur

Sudah lama aku ingin berbagi informasi ini. Karena saya tahu seseorang yang memiliki kemampuan ini, bahkan beliau adalah Masternya.

Tepat di tanggal ini, tanggal 10 November diperingati sebagai hari nasional yaitu “hari Pahlawan”. Saya persembahkan tulisan untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan terdahulu yang telah memperjuangkan kemerdekaan Negara Indonesia.

Menghargai jasa pahlawan, bukan berarti kita harus berperang. Namun, sebagai generasi penerus, kita perlu mengkritisi apa yang banyak dibutuhkan oleh masyarakat. Tidak perlu jauh-jauh berbicara soal politik, kebutuhan masyarakat untuk menuju sehat sangat diperjuangkan saat ini. Continue reading “Pahlawan & Akupresur”