Nikmat mana yg kau dustakan.. 

Kumandang Adzan subuh menemaniku…

Seperti biasa jam biologisku terjaga berkali-kali untuk melihat anak-anakku yang terlelap dalam tidurnya…  sesekali mata ini baru terpejam namun rengekan mereka membuka mata lelahku kembali.. hanya dengan sentuhan ringan,  tepukan kecil dan suara pengantar tidurku mereka bisa terlelap kembali…

Disaat mereka kembali tertidur kembali aku mencoba pejamkan mata tapi tak bisa..  kurogohkan tangan ke atas bantal mencoba mengambil benda kecil yang mampu menghilangkan lelahku sesaat..  

Benda kotak kecil yang hanya berukuran 6x16cm mampu menghubungkanku dg dunia luar.. Aku mulai mencari sesuatu yg dapat membangkitkan semangatku dan media sosial yg kupilih pagi ini..  hanya menggerakkan jari aku dapat melihat tulisan teman-temananku… sesekali membuatq tersenyum, sesekali membuatq tertawa dengan bacaan- bacaan yg mereka tuliskan… kugeser lagi jari jemariku melihat ke bacaan lainnya dan ada yg membuatku terkejut..

Ada beberapa video yg menampilkan puluhan bayi yg hanya menggunakan diapers..  tergeletak dibawah beralaskan matras…  ada 3 pengasuh yang sedang sibuk mengganti diapers mereka secara bergantian… satu persatu kuperhatikan mimik wajah si bayi..  rasanya hati ini miris..  ada yang hanya diam saja, ada yg berusaha tengkurap,  ada yang menangis,  ada yang menarik bayi lainnya…  rasanya hati ini miris dan bertanya tanya..  kemanakah orangtua mereka..

Hati berkecamuk mengira ngira apakah ini penitipan anak?  Apakah orangtua mereka sedang bekerja?  Apakah orangtua mereka tidak tau kondisi anak mereka seperti ini?  Dan yang paling aku pikirkan kemanakah pikiran orangtua mereka meninggalkan anak anak mereka..  Demi karirkah?  Demi mencari uangkah? Demi kebutuhan prestise semata?

Aku berusaha meredam segudang pertanyaan pertanyaan ini.. mencoba mencari jawaban dengan kembali menggerakkan jari jemariku…  kuliat video yang lainnya.. nampak balita yang sudah bersih berpakaian rapi didalam sebuah box bayi..  dia hanya melihat kearah kamera tanpa ekspresi tidak tersenyum,  tidak cemberut,  namun badannya di gerak gerakkan..  seolah ia ingin mengajak bicara namun tidak tahu harus bagaimana..

Kutinggalkan semua apa yang aku liat, apa yang aku kerjakan..  aku mengambil air wudlu dan sholat..  berdoa padaNya “terimakasih ya Allah..  aku diberi kesempatan untuk memiliki anak,  mengasuhnya,  melihatnya bermain,  mengajaknya berbicara,  memeluknya saat menangis, membantunya disaat tengkurap,  membersihkan seluruh tubuhnya dengan jari jemariku.. menikmati menjadi seorang ibu disampingnya.. kudoakan anak anak malang tersebut…  kurasakan sedihnya tiada ibu disampingnya,  tiada sentuhan, senyuman, dan dekapan..”

Kulanjutkan pencarianku..  mencari suatu jawaban dimana anak anak malang itu berada..  dan.. aku melihat kiriman..  mereka berada di panti..  bukan penitipan anak..!  sungguh lebih miris hati ini.. pedih…  menangis…  mereka harus bertahan hidup sendiri..  menjalani hari hari mereka tanpa sentuhan kedua orangtuanya… tanpa melihat hangatnya sapaan ibu dan hangatnya pelukan Ayah…

Nikmat mana yg kau dustakan.. bersyukur memiliki ayah dan ibu..  namun tidak dengan mereka yang meninggalkan anak anak mereka..  sungguh bila memang orang tua dari anak anak malang tersebut masih ada,  semoga dibukakan pintu hatinya.. disadarkan sebelum terlambat..

Advertisements

2 thoughts on “Nikmat mana yg kau dustakan.. 

  1. Tentang anak-anak yang berada di panti asuhan itu jadi viral sekarang. Bahkan mereka harus menghadapi beratnya dunia setelah dilahirkan.

    Tulisan bagus mbak. Kalau bisa jangan disingkat-singkat ya biar rapi. Perhatikan juga tanda baca.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s