Tips mengadakan Acara Aqiqah

Membuat acara menjadi milik bersama

Advertisements

Dari serangkaian acara Aqiqah di artikel “Moment pertama keluarga kecil, dua anak cukup” tak lupa janji saya untuk berbagi tips, agar mampu menghasilkan suatu acara yang sukses dirumah sendiri, bisa diterapkan namun tetap disesuaikan dengan kondisi masing-masing ya:

1.Prepare Mental

Kalau bingung apa saja yang harus dipersiapkan, apalagi semua dirasa penting untuk dipersiapkan, Maka hal pertama yang kau harus persiapkan adalah ketenangan. Yang diawali pertama adalah kesiapan mental, tancapkan keyakinan bahwa acara ini bertujuan positif, yakni ingin beramal, bershodaqoh, mengumpulkan sanak saudara dalam kondisi yang senang dan harmonis, Khidmat mendoakan anak kita tercinta. Jangan sampai karena kita tidak tenang, menjadi pribadi yang marah-marah saat acara berlansung, marah karena mencari barang yang tidak ketemu, marah mengatur jalannya acara tidak terkoordinasi, alias suruh sana, suruh sini, bisa-bisa tamunya menjadi tidak nyaman, nanti jadi ingin pulang saja. 

2Siapkan bullpoint dan kertas. Tulis semua kebutuhanmu diatas kertas. Cara Menulis kebutuhan, mulai dari rencana dimana tempat makan, dimana tempat berkumpul, dimana tempat menata berkat atau souvenir, dan yang paling penting dimana tempat anak-anak kecil berkumpul bila ada tamu yang membawa bayi atau anak. Ini penting, supaya pembawa doa bisa fokus dan tamu yang membawa anak bisa tetap mengurus anaknya dengan baik sehingga anaknya tidak menjadi rewel. Atau bila rewel tidak mengganggu jalannya acara.

3. Buat Konsep.

Sekarang sudah era Kartini, para wanita harus memiliki ide ato gagasan agar bisa lebih dihargai, khususnya oleh sang suami. Berusaha menjadi orang yang minimal tau sedikit daripada tidak sama sekali. Dengan kecanggihan teknologi kita bisa cari tahu tentang acara yang akan kita adakan, cari informasi yang bisa melengkapi susunan acaramu. Lalu ajak sang Suami duduk manis bersama, membicarakan konsep acara. Peran suami disini sangat penting karena bila ada yang tidak bisa kamu lakukan bisa di support sama Suami. Bila ada kendala pak Suami bisa pasang badan untuk menyelesaikan tanpa ba bi bu.. alias masih nanya gimana acaranya.. apalagi disaat acara, masak tuan rumah tidak tahu acaranya sendiri. Bila suami LDR (Long Distance Relationship), atau suami sibuk kerja berangkat Subuh, pulang Isya, cari waktu yang nyaman untuk berdiskusi. Tidak bisa duduk manis, bisa melalui telepon atau sms, yang jelas harus dilibatkan di acara anaknya. Bila benar-benar tidak bisa berdiskusi, komitment dengan suami bahwa bila diserahkan sepenuhnya ke anda maka segala persiapan, acara segala kekurangannya harus diterima dan dijalani bersama tidak boleh menyalahkan, karena resiko tetap ditanggung bersama. Buat pilihan orang pengganti untuk berdiskusi dengan anda, jangan sampai anda menjadi stress sendiri, seseorang itu bisa orang tua, teman, bahkan EO (Event Organizer) bila tersedia finansial lebih dari sang suami yang super sibuk:-D

4. Saran dari Orangtua.

Walaupun telah memiliki konsep, Sebaiknya orangtua diberikan keswmpatan untuk membagikan pengalaman yang telah dialami sebelum kita. Jangan menjadi ‘sok tau’ karena kita yang sebelumnya sudah browsing tentang acara yang akan kita adakan. Buat ruang yang besar dipikiran kita untuk menerima segala masukan dari orangtua kita. Lalu, setelah sesi cerita berakhir maka utarakan pendapat, beberapa hal yang mungkin bisa menjadi tambahan atau pilihan alternatif dari hasil browsing yang sudah dimengerti sebelumnya. Ingat dalam komunikasi ini belum menentukan keputusan, karena kita juga harus mendengar masukan dan pengalaman juga dari sebelah pihak; mama mertua. Jadi arah komunikasi harus dijaga jangan sampai membuat orangtua kita tersinggung, karena tidak digunakan pendapatnya, sebisa mungkin kita gunakan apa yang menjadi sasaran dari orang tua kita, disisi lain kita juga mengungkapkan bahwa nanti kita akan menerima masukan dari mama mertua. Jadi hasil akhir nanti adalah hasil kombinasi antara kebiasaan atau adat keluarga yang satu dan keluarga yang lain.

5. Sadar akan kemampuan diri.

Nah, disaat hasil akhir konsep sudah sepakat, sadar akan kemampuan diri sangat diperlukan. Jadi dari point ke dua, harus di cek barang apa saja yang tidak punya. Dari pada sewa keluar, mari belajar berhemat dan tidak gengsi pinjam ke orang tua atau pinjam ke mertua. Dengan modal minta tolong dan bicara baik disertai senyum dan rendah diri maka semua urusan perlengkapan pasti bisa terpenuhi. Secara orangtua pasti lebih dulu memiliki ini itu dari pada kita. Tapi lain lagi kalau orangtua kita nan jauh di merauke, kalau bawa barang-barangnya lewat pesawat atau kapal malah bikin bengkak pengeluaran. Kalau kondisinya begitu, ya coba pinjam ke teman, tetangga atau saudara terdekat. Kesimpulannya harus mampu menjalin hubungan baik, karena kita makhluk sosial, saling membutuhkan satu sama lain. Berusaha baik dan sopan dengan orang-orang disekitar kita. Suatu saat kita pasti membutuhkan pertolongan mereka. Jangan lupa orang-orang yang turut berpartisipasi diberikan souvenir atau sesuatu disaat selesai acara nanti. Selain dari pertolongan kelengkapan barang, bila memang diperlukan bantuan tenaga maka harus dipersiapkan. Jangan merasa menjadi Superhero yang bisa mengatasi semua acara sendiri, perlu diingat bahwa kita tuan rumah jadi sebisa mungkin kita berada di depan, jadi tidak sibuk kebelakang meninggalkan tamu-tamu kita. Jadi bila tidak ada asisten rumah tangga, maka carilah asisten pocokan (orang bayaran yang bisa bantu-bantu hanya saat acara). Jaman sekarang memang agak susah mencari asisten, tips dari saya coba tanya satpam dilokasi rumah anda atau tukang sayur, biasanya mereka bisa jadi makelar untuk mencarikan. Bila memang sudah terpaksa tidak ada, coba mencari saudara yang bisa membantu di area belakang alias dapur.

6. Maintance rekanan inti

Untuk hal yang satu ini, kita harus melakukan kontak langsung dengan rekanan, karena temanya adalah Aqiqah, maka rekanan Aqiqah sudah jauh jauh hari diberikan info tanggal, waktu dan jumlah porsi yang dipesan. Di cek dengan detail apa yang menjadi syarat sahnya Aqiqah. Kalau dari pengalaman Aqiqah saya menggunakan Al Hafizh pelayanannya sangat baik dan ontime. Rekanan saya termasuk jasa aqiqah yang masih baru, sekitar dua bulan. Mereka menawarkan free ongkir untuk daerah Sidoarjo, Surabaya dan Gresik, bila membutuhkan silahkan bisa langsung menghubungi di nomer telepon 031-40205758, 0852 234567 125. Mereka juga menyediakan sertifikat Aqiqah seperti berikut:

Selain dari rekanan jasa penyedia konsumsi Aqiqah, jangan lupa maintance juga undangan pengajian kita, dalam hal ini ustad perlu dihubungi sehari sebelumnya, lalu juga satu jam sebelum acara. Sehingga beliau bisa mengingat dan memberikan kedatangan waktu yang ontime.

7.Perlengkapan siap dipasang H-1

Semua barang-barang harus sudah di kumpulkan dan dipasang di rumah anda H-1. Dimulai dari benda-benda yang akan dipilih, gunting rambut, gelas air dan bunga, serta lainnya.

8. Tidur Nyenyak

Bila semua di H-1 selesai, maka tidurnya khusus malam ini jangan dini hari. Persiapkan kondisi, jangan malah di acara pusing, capek dan jatuh pingsan. Memang kebanyakan malah susah tidur karena mikirin bagaimana acara besok. Tapi harus dipaksa mata merem, kalau bisa pengaruhi diri.. tidurlah..tidurlah.. pikirkan bahwa semuanya sudah dipersiapkan, maka malam ini harus tidur. Besok harus berikan servis yang terbaik untuk tamu-tamu kita.

Itulah beberapa tips yang bisa saya bagikan, semoga bisa bermanfaat ya kawan!:-)

Share everything you can to other people, who knows its important to them:-)

2 thoughts on “Tips mengadakan Acara Aqiqah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s