Financial Management

Cari artinya dulu yuk! tanya mbah google, yang muncul pertama wikipedia jelasin sebagai berikut :

“Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.”

Penjelasannya kegiatan dilakukan oleh organisasi atau perusahan ya. Boro-boro mau ngurusin duit perusahaan, kalau urusan rumah tangga belum kelar gimana? kecuali udah jadi jobdesk kamu diperusahaan mah hukumnya wajib dikerjain ya. Kalau disini ga berat-berat tentang perusahaan, tapi lebih ke mengelola keuangan keluarga, yang mau menikah atau belum menikah bolehlah buat gambaran nanti kalau udah menikah. Bisa buat perbandingan.

Mari mengenal terlebih dahulu; Hat, Hid, Hut dan Bung! Apa itu? penasarankan?

Hat, dari kata SeHat. Adalah uang yang digunakan untuk kesehatan, seperti ke dokter, beli obat, imunisasi, bahkan opname (ga minta sih tapi tetep waspada sama keadaan yang satu ini), dll.

Hid, dari kata Hidup. Sehari-hari kita hidup pasti butuh makan dan minum belum lagi kebutuhan yang lainnya. Misalnya untuk kebutuhan sekolah anak, bayar listrik, air, gas, dan sebagainya.

Hut, dari kata Hutang. Nah semoga kalian terbebas dari masalah ini ya. Tapi kalau kalian sudah terjerumus di utang piutang, ya sebaiknya perlu atur keuangan lagi untuk melunasinya. Karena bayar hutang hukumnya wajib loh karena pertanggungjawabannya dibawa sampe mati. Apalagi sekarang hutang sudah disodor-sodorin kayak jualan es krim.

Lalu yang terakhir adalah Bung, berasal dari kata Nabung. Waaaah..  kapan mau nabung, bayar utang aja kayak dikerjar-kejar sampe ngos-ngosan. Nabung ini juga hukumnya wajib bagi kalian yang ingin punya masa depan baru. Maksudnya baru rumahnya, baru motornya, baru mobilnya, baru suaminya, ups..! yang terakhir bukan ya. Kalau ga nabung mau dapat mana itu semua, bisa sih ikut undian berhadiah, kalau gitu caranya dikuatin doanya ya. Nabung juga berguna buat kebutuhan lain-lain yang tak terduga.

Hat, Hid, Hut, Bung! udah. Semua sama penting nih, sekarang kita liat gimana ngaturnya kalau diliat dari karir.

Suami kerja fulltime & Istri Ibu rumah tangga.

Yang begini ini nafkah dapetnya rutin ditiap bulan, jadi sebaiknya rapi dari awal, begitu dapat nafkah, nah lgsg tuh dipilah-pilah. Bisa langsung dibagi 4 hat, hid, hut, bung berarti semua 25%. Tapi coba cek lagi dari keempatnya mana kebutuhan yang mendesak, maka dinaikkan menjadi 35% lalu kebutuhan yang paling tidak mendesak berarti 15%. Sisanya tetep 25%. Trus gimana nih kalau ternyata 35% kebutuhan yang mendesak itu masih kurang? maka ambillah dari Bung dibulan sebelumnya. Jadi yang menjadi superhero disini adalah Bung.

Suami kerja fulltime & Istri juga bekerja.

Kalau begini rasanya rejeki nomplok ya.. punya nafkah dari suami, ya juga punya duit hasil keringat sendiri. Semua jadi hakmu. Ngaturnya perlu dipisah nafkah dari suami dipilah seperti yang diatas 35%, 25%, 25%, 15%. Nah giliran ada yang kurang maka jadilah penghasilanmu sebagai Bung alias Superheronya. Hal ini juga perlu diinfokan ke suami bahwa kamu juga tidak pelit untuk berbagi memenuhi kebutuhan bersama. Paling tidak, itu menjadi penghargaan buat sang suami, karena dia telah mengijinkan kamu untuk bekerja. Keikhlasan kamu untuk berbagi penghasilan juga berpengaruh berapa sisa penghasilanmu yang nantinya masuk menjadi Bung. Sisihkan paling tidak 25% dari sisa, yang digunakan untuk memanjakan diri sebagai relaksasi dan beli barang dari hasil jerih payahmu.

Suami kerja Freelance & Istri Ibu rumah tangga.

Bergelimang duit dong. Karena keuangan terus menerus datangnya. Hello..!? Bagaimana kalau sebaliknya? Uang tak kunjung datang, padahal kebutuhan sudah menanti, lalu si anak pakai sakit yang mengharuskan ngeluarin duit untuk berobat.  Tugas istri disini cukup besar pengaruhnya. Menata Hat, Hid, Hut, Bang. Teruslah mensupport suami untuk bersemangat mengerjakan tugas freelancenya. kalau memang agak seret,bantu suami dengan menghemat pengeluaran. Jadi istri yang super duper ngalah dong? Iya, itulah komitment kalau dari awal kalau sudah tahu sang suami kerjanya freelance. Tapi disaat didesak kebutuhan kita ga bisa kan jadi malaikat terus yang terus tersenyum. Bisa gila deh! Lalu bagaimana? Diskusikan dengan suami bagaimana baiknya, apa mungkin perlu hijrah ke rumah orangtua atau saudara dekat untuk mencari bantuan secara finasnsial. Bila memang dibutuhkan, hal itu cukup menguntungkan karena merupakan Hut yang tidak memerlukan bunga, kecuali disuruh ngembalikan berlipat ganda (What!! saudaraan sama Taat Pribadi ya?). Bila hasil diskusi dengan suami tidak mau merepotkan orangtua dan saudara maka carilah Hut dengan bunga kecil, dan carilah ditempat percaya misal milik pemerintah. 

Jadikan freelance sebagai ladang usaha yang bisa dikembangkan dengan Hut. Bukannya menyarankan Hut ya.. tapi bila sudah tidak ada pilihan lain, ini bisa dilakukan tapi tetap dengan komitmen kejar target di penghasilan berikutnya. Inilah hidup, bantu suamimu untuk mencari lingkungan yang bisa ngembangin kreatifitas dan melebarkan sayapnya di freelance. Hut yang sudah diambil digunakan dengan bijak, jangan sampai malah menimbulkan Hut-Hut yang lain. Apalagi bergaya hidup mewah dengan Hut. Bila sudah ada uang ditangan, maka pilih prioritas dari Hat dan Hid. Misal anak sakit batuk pilek, tapi perlu bayar uang sekolah. Maka carilah cara penyembuhan tradisional dengan lebih telaten menyiapkan bahan-bahan alami dari dapurmu (rempah-rempah loh ya, bukan panci atau wajan buat nampung ingusnya he.he.he). Itu lebih sehat loh.  Setelah tau mana yang lebih prioritas maka jalanlah Hat, Hit. Lah Bung kemana? tetap harus disisihkan minimal 10-15% karena ini nanti yang membantu untuk ‘mengawali’ melunasi Hut. 

Bila Freelance suami mulai membaik atau sedang melambung tinggi, maka prioritaskan 40% untuk membayar Hut, yang berikutnya 25% Hid, 25% Hat, dan sisanya 10% Bung.

Suami kerja freelance & Istri freelance.

Agak bernafas lega ya kalau istri bisa bantu freelance juga. Sama halnya dengan ulasan sebelumnya. Terkadang freelance itu penghasilannya bisa melambung tinggi, atau merosot turun. Yang jelas, istri freelance cukup banyak membantu menutupi kekurangan suami yang juga naik turun. Namun, tetap saran saya hasil keringat istri fungsinya lebih banyak di Bang. Karena dengan demikian suami bisa lebih terpacu untuk menghasilkan lebih. Eits dengan catatan suami ini sadar ya bahwa ini memang menjadi tanggung jawabnya sebagai suami. Lalu atur Hat, Hid, dan lunasi Hut.

Saya kira ulasan diatas sudah cukup jelas ya dengan metode Hat, Hid, Hut dan Bung. Alhamdulillah semua masa diatas sudah saya lalui bersama Suami. Sebenarnya yang menjadi kunci utama dari Pengelolaan keuangan adalah Doa.

Dengan berdoa pada-Nya, segala kekurangan diberikan kemudahan, dan kondisi kekurangan menjadi lebih bermakna, bersabar, dan ciptakanlah saling support dengan suami. Karena bagaimanapun bila kita larut dalam kekurangan, kita akan semakin stress, lalu hubungan suami istri semakin hambar, dan bisa-bisa jadi buyar. Seperti lagu “Makan ga makan asal cukup” disaat inilah kita harus berjiwa besar menerima dan tetap menyayangi suami sehingga kerasnya suami yang malu akan kekurangannya bisa luluh, lalu menjadi cair bagaikan air yang turun mengalir cepat menghasilkan karya-karya yang cemerlang dan berubah menjadi harta terindah.

Kebersamaan dalam suka dan duka. Itulah biduk rumah tangga, selama suami mu bukan pelaku KDRT atau pelaku penipuan /penggandaan uang, tetap lah disupport insyaAllah dia bisa, karena dia sedang berusaha bertanggungjawab untukmu dan anak-anakmu.

Salam untuk anak-anak manismu,

Dewi.


Advertisements

6 thoughts on “Financial Management

  1. Klo suaminya kya Taat Pribadi gmn Mel? *eh*

    Hehe..
    Bnr bgt, saling menerima keadaan msg2 n slg support itu pntg bgt apapun keadaannya, apalgi klo sdg down ya..
    Semoga keluarga qta diberi rejeki yg berlimpah n barokah.. Amien..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s