Revolusi Mental dimulai dari diri sendiri: Hal yang perlu diperhatikan untuk menjadi Pengusaha

Revolusi mental, Tema yang di tentukan dariĀ Anne Lesmana, teman seperjuangan kuliah dulu yang sekarang berkumpul lagi di komunitas belajar bloggingšŸ˜Š

Ada yang bisa dengan lantang menjelaskan hal ini?

Kalau saya jujur aja mesti buka kamus dulu biar ga keliru jelasinnyašŸ˜

Revolusi mental menurutĀ kominfoĀ adalah Suatu gerakan untuk menggembleng manusia Indonesia agar menjadi manusia baru, yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, berjiwa api yang menyala-nyala. Dalam kehidupan sehari-hari, praktek resolusi mental adalah menjadi manusia yang berintegritas, mau bekerja keras, dan punya semangat gotong royong.

Sumber foto: https://www.google.co.id/search?q=revolusi+mental+adalah&dcr=0&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjbvbrUhJbWAhVBpI8KHaKzBH8Q_AUIOSgC&biw=360&bih=559#imgrc=reME3xiBHEis9M:

Baca juga:Ā 8 prinsip dasar revolusi mental.

Revolusi Mental secara harfiah dapat diartikan sebagai aktifitas mengubah kualitas manusia kearah yang lebih bermutu dan bermental kuat dalam berbagai aspek dalam jangka waktu yang cepat (Ā artikel terkaitĀ penjelasan tersebut)

Kalau dari Pengalaman pribadi saya, Revolusi Mental yang paling besar mengubah hidup saya adalah perubahan besar dari Mental saya yang sebelumnya sebagai Karyawan lalu menjadi Mental saya sebagai Pelaku Bisnis.

Dari kedua status tersebut sebenarnya tidak ada yang lebih baik, karena semua itu merupakan pilihan dari masing-masing individu. Beberapa orang karyawan bermimpi ingin menjadi pengusaha, dan keluar dari perusahaannya.

Namun, ada beberapa pertimbangan yang harus dipahami untuk lebih mengenal apa yang harus dipersiapkan. Karena menjadi Pengusaha tidak sekedar hanya status, atau profesi yang memiliki penghasilan lebih besar dari pengeluaran, yang kemudian bisa dengan santai berpangku tangan melihat TV, sementara para bawahan/karyawannya bekerja keras. Pelaku bisnis bahkan sebenarnya bekerja keras untuk bisa memaksimalkan hasil akhir, mendukung kinerja dan selalu mengontrol kondisi bawahannya. Dan ini terjadi Kapanpun, Dimanapun.

Secara umum, bila dilihat dari segi penghasilan Pelaku bisnis seperti hidup tidak pasti, orang awam mengatakan bahwa terkadang penghasilan bisa naik, terkadang penghasilan bisa turun. Namun sebenarnya, Mereka hidup dalam kepastian akan Usaha mereka, dan mereka dilatih untuk Memanage apa yang mereka peroleh. Berbeda dengan Karyawan yang mendapatkan kepastian finansial dari perusahaan yang diikutinya, atau tunjangan yang telah diatur dan disepakati bersama.

Perlu ditelaah bila kita berniat untuk terjun menjadi pelaku bisnis atau berwiraswasta, ada dua faktor yang cukup besar menentukan kekuatan kita.

1. Faktor Pertama adalah Kekuatan Mental & Konsisten, jangan pernah takut akan kegagalan.

Kekuatan Mental kita, kuncinya adalah Keyakinan pada pilihan yang sudah kita putuskan, lalu bisa secara konsisten mempertahankannya. Menurut salah satu pakar Psikologi Sukses, Bryan Tracy, Orang yang sukses adalah orang yang sudah melewati 9 kegagalan dari 10 pengalamannya. Orang yang sukses bertindak / “Do in Action” mereka bergerak dengan cepat atas pengalaman-pengalamannya. Selalu mencari jawaban untuk melewati kegagalannya. Sehingga dari yang saya rasakan, kegagalan yang terjadi adalah suatu pengalaman yang berharga, daripada tidak melakukan tindakan sama sekali. Dengan tidak melakukan apa-apa, berarti kita belum menemukan cara-cara baru untuk menjadi sukses.

2. Faktor Kedua adalah Kreatif, jangan pernah takut Move On.

Setelah banyak ber “action” tentu banyak pula pengalaman yang kita dapatkan. Sehingga dari sana kita dapat meninggalkan cara yang dirasa kurang efektif, dan mendapatkan cara yang dirasa efektif. Cara-cara ini didapatkan dengan usaha kita untuk mencari hal-hal yang baru dan bisa menarik perhatian masyarakat. Dengan kita sering terjun di dunia yang kita inginkan, maka semakin banyak pembelajaran yang kita dapatkan, dan Ide Kreatif itu pun bisa berkembang.

Adakalanya kita akan merasa jatuh dan terpuruk pada keadaan kita yang sedang berada pada garis kekurangan (menurut kita). Namun, dengan kita cepat bangkit maka segala kondisi ini akan cepat ditangani. Kondisi yang mampu dengan cepat bangkit dari keterpurukan ini dalam bahasa psikologi biasa disebut dengan Resiliensi. Berikut lebih detail penjelasanĀ resiliensiĀ dalam konteks psikologi.

MenurutĀ wikipediaĀ Resiliensi terbentuk dari 7 kemampuan sebagai berikut :

1. Regulasi Emosi

2. Pengendalian Impuls

3. Optimisme

4. Empati

5. Analisis Penyebab Masalah

6. Efikasi diri

7. Peningkatan Aspek Positif

Memang tidak ada satupun manusia yang bisa dengan sempurna menguasai 7 kemampuan diatas.

Namun dengan adanya pengetahuan tentang Resiliansi, dan kesadaran akan 7 hal diatas, maka seseorang yang mengalami masalah akan lebih logis dalam menghadapi masalahnya. Sehingga diharapkan seseorang tersebut mampu mendapatkan ide kreatif untuk memecahkan permasalahannya atau paling sedikit lebih mampu untuk meredam emosi negatifnya.

Dari beberapa wacana diatas, maka sekarang anda bisa sedikit membayangkan, bagaimana bila anda benar-benar terjun sebagai pelaku bisnis?

Sudah Siapkah Anda menjadi Pelaku bisnis murni? Paling tidak Revolusi Mental perlu ditancapkan pada diri anda terlebih dahulu.

Bila tidak tahu apa yang perlu anda awali untuk ikut berpartisipasi dalam Program Pemerintah Revolusi Mental,Ā Ā maka setidaknya anda bisa memperhatikan dan berlatih membangun 7 kemampuan Resiliensi diatas.

Salam Semangat,
Dewi Adikara.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s