Moment pertama keluarga kecil, dua anak cukup

Jadi tuan rumah, gampang-gampang susah

Advertisements
Apakah pernah engkau menulis dengan mata terpejam?
Apakah pernah engkau menulis dengan mata mengantuk?

..begitulah yang sekarang sedang kulakukan. Alhamdulillah saya baru menyelesaikan semua pekerjaan rumah tangga bersama suami tercinta. Gotong royong mengerjakan pekerjaan rumah tangga memang sudah sering dilakukan, namun kali ini pekerjaan menjadi luar biasa beratnya karena kami mengadakan acara turun tanah dan Aqiqah yang merupakan pertama kalinya semenjak tinggal Mandiri bersama suami dan kedua anakku. Nanti aku perjelas di Artikel informasi cara turun tanah dan Aqiqah “Alesha Safaniya Dewi” berdasarkan hasil kombinasi dari kesepakatan kedua belah pihak keluarga. Karena ingin tetap mempertahankan nilai budaya Indonesia namun mengikuti kemampuan dan kondisi kami saat itu.

Bayangkan saja, dengan kondisi punya anak bayi dan batita yg masih belum bisa diajak kompromi, ditambah dengan tidak ada tenaga tambahan alias asisten rumah tangga, wuiih.. bagaikan kepala dipenuhi dengan tanaman yang akarnya sudah keluar menjadi rambut-rambut yang gondrong:-O hi-hi-hi..

Continue reading ” Moment pertama keluarga kecil, dua anak cukup”

five little monkey

Referensi dan Jalinan Kasih sayang

“five little monkey jumping on the bed…” terngiang ngiang ditelingaku… lagu ini selalu dinyanyikan si kakak Aura.. dia adalah anak gadisku yang pertama

lagu ini terasa berputar terus di kepalaku sambil tubuh ini ditarik tarik oleh kakak perempuanku… kedua tanganku ditarik ke belakang, dengan badan tengkurap dilantai.. “ini thai massage..” kata kakakku yg begitu lincah dan ceria melanjutkan memutar mutar badanku.. aku terbahak-bahak tertawa.. karena belum siap diperlakukan seperti ini.. whahaha… padahal baru 5 menit yang lalu aku sedang menemani anakku tidur..  Continue reading “five little monkey”

Ayahku Keras? apanya ya yg keras?

Penampakan yang berbeda

Allahu Akbar… Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. takbiran sekelompok masyarakat membawa puluhan obor berjalan kaki disebelah mobilku.. Aku, Suami dan kedua anakku memperlambat laju mobil untuk melihat keramaian tersebut..

Maha besar Allah.. Sungguh pemandangan yang indah.. Hatiku sangat tersentuh.. selama 30tahun aku hidup baru kuliat secara langsung pemandangan indah ini.. terlihat mereka begitu kompak berjalan bersholawat menepukkan barang-barang membentuk suatu iringan yg selaras dengan takbirnya.. Continue reading “Ayahku Keras? apanya ya yg keras?”